Selamat Datang di Italia! (Bagian 3)

Senin, 25 Maret 2013. 17.09 CET

Banyak temen-temen gw yang berpikir kalau kerjaan gw dan temen-temen Indonesia disini lebih sering jalan-jalan dan belanja dibandingkan belajar. Nah, kalian gak salah, tapi juga gak bener. Karena kita disini berusaha keras untuk bersenang-senang sambil kuliah dan sambil juga mencari jati diri (halah!).

Jadi gw akan menceritakan sedikit mengenai kegiatan anak-anak Indonesia di Rende.

1. Belajar
Keren ya, kegiatan kita banyakan adalah belajar dan kuliah. Gak percaya? Harus percaya. Karena bagaimanapun, kita jauh-jauh dilempar ke Italia karena ingin mendapatkan ilmu. Dan juga kalau kita gak kuliah yang bener, beasiswa kita akan dicabut dan dilempar balik ke Indonesia dengan perasaan malu. Hahaha. Jadi bagi gw, hal yang paling bisa banget ngebuat galau adalah masalah pendidikan apalagi dalam masa-masa thesis kayak gini.

Dulu gw mikir, kenapa ya temen gw galau banget pas thesis, moodnya kadang berantakan, dan sangat butuh support dari banyak orang. Dan sekarang gw ngalamin. Baru 3 bulan gw mulai menjamah thesis daaaan hidup gw berubah menjadi mellow-dramatis. Chat dari temen gw yang cuman nanya gw lagi ngapain bisa berlanjut jadi telepon setengah jam dengan gw yang nangis-nangis sambil nyeritain bab 1 gw yang harus direvisi untuk ke-4 kalinya. Ditambah lagi 3 minggu lalu selera makan gw mendadak hilang. Gw cuman sanggup makan 3-5 suap, lalu mendadak mual (oiya, gak napsu makannya cuma buat makanan Italy, bukan makanan Indonesia). Beberapa temen gw jadi menebak, “kok lo gini sih makannya, Nya? Kepikiran siapaaaa?” Sambil masang muka kepo.
Dan gw cuman termangu dan ikutan mikir, “iya, gw mikirin siapa dan apa sih?” Karena memang banyak banget hal yang berputar-putar di otak gw.

Baru kemarin gw tau jawabannya, karena mood makan gw sudah kembali seperti biasa (ah tidaaaak! Selamat tinggal singset. Ihik) setelah gw menerima email yang berisi, “Isyana, you’ve done a good work. Please continue to the 2nd chapter of your thesis..” Dan saat itu juga gw merasa menjadi wanita terbahagia se-Rende.

2. Makan-makan
Kita disini selalu membuat acara apapun dengan embel-embel makan-makan. Karena kita sama-sama tau kelemahan utama kita adalah makanan enak dan gratis. Hahaha. Acara meeting PPI, misalkan, pasti ada embel-embel ‘ada makan-makannya ya nanti’, atau acara syukuran, dan acara Isra Mi’raj. Dan kita eh gw sangat beruntung karna punya temen-temen yang tingkat kejagoan masaknya sangat super. Dengan bahan masakan seadanya, mereka bisa buat sate, soto, rawon, kari ayam, dan sekarang gw ikutan laper ngebayanginnya.. Bahkan ada 2 temen kita yang bisa ngebuat kecap manis sendiri.

3. Pacaran
… sama internet. Iya, sebagai mahasiswa, kita punya hubungan yang sangat romantis dengan internet yang kalau tiba-tiba koneksi internet kampus bermasalah (kita pakai internet sentral dari kampus), reaksi kita akan selalu:

1) Panik lalu sibuk menelpon semua temen, “internet lo nyalah gak? Internet gw matiiii!”
2) Kalau ternyata internet beneran mati, kita semua akan berkeluh-kesah dan menggalau di sos-med via handphone, “kenapa ya internet pake acara mati pas weekend.. sigh.”
3) Menerima dengan ikhlas internet mati lalu ngebuat acara ngumpul-ngumpul
4) Tetep nanya ke temen-temen dengan harapan internet udah nyalah.

4. Hunting tiket kereta atau pesawat murah
Sayang dong pastinya kalau kita udah jauh-jauh ke Eropa tapi gak jalan-jalan, apalagi kita punya akses yang bernama permesso di soggiorno atau sejenis stay permit di Italy yang ngebuat kita gak perlu repo-repot buat visa lagi untuk memasuki negara-negara Schengen.

5. Memperkenalkan Indonesia atau bahasa kerennya jadi Duta Indonesia
Tinggal di luar negeri membuat rasa cinta negara sendiri lebih besar, apalagi cinta makanan Indonesia-nya. Jadilah kita disini sering mengompori temen-temen negara lain untuk dateng ke Indonesia, gak cuman ke Bali, tapi ke daerah-daerah lainnya. Dan juga kita punya tugas besar untuk menginfokan kepada beberapa orang bahwasanya Bali bukanlah negara, tapi salah satu provinsi di Indonesia.

Kita juga sudah beberapa kali mengadakan acara kebudayaan. Di bulan Mei 2012 kemarin kita membuat acara Indonesian Cuisine di kantin kampus sambil juga menampilkan lagu-lagu dan tarian Indonesia yang ternyata mendapatkan sambutan yang sangat bagus dari temen-temen dari negara lain. Dan di tanggal 15 November kemarin kita membuat acara besar dengan nama Ciao Indonesia, dimana sepanjang hari itu kita membuat seminar mengenai Indonesia, pameran kebudayaan Indonesia, dan di malam harinya kita menampilkan tarian dan fashion show baju-baju adat Indonesia. Serunya, karena ini adalah acara yang cukup besar, kita juga bekerja sama dengan temen-temen dari negara lain yang membuat mereka akhirnya bisa juga menarikan Saman, Lenggang Nyai, Kecak, dan lainnya.

Cucina Indonesiana - Mei 2012

Cucina Indonesiana – Mei 2012

Tari Saman - Ciao Indonesia - Taken by Eka Perwitasari

Tari Saman – Ciao Indonesia – Taken by Eka Perwitasari

6. Ngumpul-ngumpul penting.
Biasanya acara ngumpul-ngumpul ini terjadi karena kita lagi jenuh sama belajar (ciyeee..) lalu kita berkumpul di satu apartemen buat nonton bareng atau main kartu air (siapa yang kalah harus minum air putih berbotol-botol) atau mendadak membuat Harlem Shake. Hahaha.

Kemarin gw mikir-mikir, kalau seandainya gw gak ngambil S2 mungkin gw gak akan pusing thesis dan mungkin sekarang gw udah cukup mapan di Indonesia dan (mungkiiin) lagi siapin pernikahan entah sama pria beruntung manapun itu. Tapi ketika gw mikir lagi, kalau gw gak iseng apply S2 ke Italy, gw gak akan bertemu manusia-manusia lawak Rende ini yang selalu membuat gw ketawa sampai keluar air mata, yang selalu ngebuat gw ngerasa dilindungin dan disayang, yang selalu mensuport gw. Dan juga gw gak akan bertemu dengan banyak orang hebat lagi di sekitaran Eropa yang sekarang menjadi keluarga baru gw :)

Taken by Eka Perwitasari

Taken by Eka Perwitasari

Beasiswa Sekolah Diluar Negeri. Tertarik?

15 Feb 2013

Sejak gw ngelanjutin sekolah di Italy Selatan ini banyak temen-temen gw yang nanya dan penasaran bagaimana caranya gw bisa akhirnya diterima disini. Jadi di postingan ini gw akan compile beberapa pertanyaan yang sering ditanya temen-temen mengenai beasiswa dan gw akan usaha jawab sebisanya.

1. Gimana cara bisa sekolah diluar?

Caranya ada dua: pake beasiswa orang tua atau beasiswa non orang tua. Tapi kalau sekarang kebetulan gw pake beasiswa non orang tua.

2. Cari-cari beasiswanya dimana?

Banyak banget situs beasiswa yang bisa sangat membantu kita untuk mencari lowongan beasiswa. Situs favorit gw adalah: beasiswaindo.com dan edukasi.kompas.com, karena disitus itu dishare informasi mengenai beasiswa khusus untuk pelajar dari Indonesia. Tapi gw juga follow situs-situs lain seperti eastchance.com (yang juga kasih tau info beasiswa dan conference) dan scholarships.com .

Tapi akan lebih baik kalau kamu follow lebih banyak situs pemberi info beasiswa karena semakin banyak lowongan dan pilihan akan lebih baik.

3. Pilihan beasiswanya kebanyakan, gw bingung. Gimana ya?

Menurut gw ada berbagai alesan kenapa kita mau sekolah di luar negeri. Nah tentuin dulu alesan kamu apa. Apakah kamu pinginnya sekolah, misalkan, di Belanda karena disana bahasa inggrisnya bagus dan di Eropa pula jadi bisa jalan-jalan keliling Eropa pakai visa schengen. Nah kalau begitu, kamu bisa fokusin pencarian beasiswa kamu ke beasiswa Belanda aja via: studyinholland.nl , nuffic.nl , nesoindonesia.or.id

Tapi kalau misalkan alesan kamu adalah kampus dengan fakultas ekonomi terbaik kamu bisa googling kampus-kampus dengan peringkat fakultas ekonomi terbaik kemudian kamu cek satu-satu apakah di universitas tersebut membuka lowongan beasiswa atau tidak.

4. Apa aja ya persyaratannya?

Persyaratan untuk apply beasiswa itu beda-beda tergantung institusi pemberi beasiswa itu. Standarnya sih nilai TOEFL atau IELTS, IPK, dan motivation letter. Tapi sebaiknya kamu cek lagi di web pemberi beasiswanya biar lebih jelas.

Oiya, bahasa Inggris adalah bahasa penyelamat kamu dimanapun. Jadi lebih baik kamu latihan bahasa Inggris lebih banyak kalau pingin sekolah diluar.

5. Harus apply universitas sendiri ya setelah kita diterima beasiswa?

Jadi setau gw ada tipe penyelenggara beasiswa yang berasal dari institusi atau lembaga terkait diluar universitas dan ada juga universitas yang langsung memberikan beasiswanya ke mahasiswa. Contoh institusinya itu semacam DAAD atau Nuffic Neso, yang kalau kamu udah berhasil jadi calon penerima beasiswa kamu harus apply ke universitas yang bekerja sama dengan institusi-institusi itu. Setelah kamu berhasil diterima di univ tersebut dan ngedapetin LoA (Letter of Acceptance), baru deh kamu bisa berangkat keluar negeri.

Kalau beasiswa gw ini direct dari kampus. Jadi gw cukup sekali apply ke univ-nya dan begitu diterima dan dapet LoA, gw langsung bisa berangkat ke Italy (setelah dapet visa lah ya pastinya).
Info tentang Univ gw bisa diliat di ppicalabria.wordpress.com

6. Kalau dapet beasiswa, yang di cover apa aja ya?

Ini juga beda-beda, tergantung yang ngasih beasiswa ke kamu. Kalau gw dapet beasiswa langsung dari kampusnya, Universita della Calabria. Dan awalnya gw dapet half scholarship, jadi yang di cover cuman tempat tinggal dan makan selama 2,5 tahun. Tapi setelah diterima jadi mahasiswa gw bisa ajuin beasiswa uang saku yang juga cover tution fee.

7. Biaya hidupnya mahal gak ya diluar negeri?

Tergantung lokasi, kebutuhan, dan gaya hidup kalian. Di Eropa pasti mahal lah ya secara currencynya aja udah tinggi dibanding Rupiah. Tapinya di Italy Selatan kebetulan biaya hidupnya memang cukup murah, kayak misalkan harga tiket busnya lebih murah dibandingkan di Italy Utara atau Belanda dan Jerman. Dan karena gw juga udah dapet beasiswa makan, gw belanja cukup untuk cemilan dan kadang belanja baju pas lagi sale haha. Tiap bulannya gw bisa ngabisin 50 – 100 Euro, tapi itu beda ya sama biaya hidup temen-temen gw yang mungkin punya kebutuhan lainnya.

8. Keunggulan sekolah diluar negeri dibandingin didalam negeri apa emangnya?

Pengalaman.
Dan pengalaman yang akan kamu dapetin selama sekolah diluar akan sangat berbeda dan menantang dibandingkan didalam negeri. Kami disini dichallenge untuk bisa belajar sembari beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang yang bener-bener beragam dan berbeda, dan juga dengan bahasa yang sering buat pegel pas ngomong. Pas dulu gw sekolah di Unpad, gw harus beradaptasi dengan temen-temen dari berbagai daerah yang watak dan tingkah lakunya berbeda. Sekarang di Italy gw harus beradaptasi dengan anak-anak Indonesia yang dateng dari berbagai daerah dan juga dengan mahasiswa lain dari berbagai negara. Selain itu, kami disini juga jadi pengontrol diri sendiri, karena gak ada keluarga yang bisa mengontrol kita dari dekat. Hidup di lingkungan yang super bebas sebenernya kalau gw nakal, bisa aja gw ikut-ikutan bebas kayak temen-temen bule lainnya. Tapi entah kenapa, semakin jauh dari keluarga dan negara sendiri, rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan temen senegara makin besar. Jadilah kami disini saling mengingatkan dan melindungi.

Disini kami juga dipaksa untuk berpikir kreatif untuk memecahkan masalah. Gak ada orang tua yang bisa kita manjain kan untuk minta tolong, jadi harus kita yang bisa mecahin masalah sendiri.

Oiya, keunggulan lainnya pastinya jalan-jalan dong, ketemu orang-orang baru, ngeliat tempat baru, dan kenalan sama budaya baru.

9. Kalau duitnya kurang, bisa part time gak?

Oh bisa dong pastinya. Ini juga serunya sekolah diluar, kami disini mendadak seneng-seneng aja ngelakuin kerjaan ‘kasar’, kayak jadi pencuci piring, baby sitter merangkap asisten rumah tangga, pengumpul buah di kebun, pengambil telur ayam, dan lainnya. Bayarannya juga lumayan, pengalamannya apa lagi.

10. Kalau ada info sekolah diluar kasih tau ya..

In-sha-Allah akan gw share kalau ada info beasiswa. Biasanya via twitter. Tapi karena gw bukanlah pemburu beasiswa lagi, gw gak terlalu fokus ngeliatin beasiswa jadi kamu yang HARUS lebih aktif.

Lowongan beasiswa yang akhir-akhir ini sempet gw temuin:
– Beasiswa Univ of Utrecht -> kom.ps/AD5N4w
– Orange Tulip Scholarship -> kom.ps/AD7QHg

Hokay, selamat berburu beasiswa dan good luck! :)

Salju di Rende :)

Selasa, 12 Februari 2013.

Gw selalu suka salju, sebagaimana gw suka sama hujan.
Salju dan hujan sama-sama, menurut gw, romantis dan menenangkan.

Akhirnya di tanggal 10 Februari kemarin, Rende kedapetan jatah salju.
Setelah berbulan-bulan ngarep dan sebel karna di kasih harepan palsu terus sama web ramalan cuaca, hari bersalju-putih-cantik itu datang juga.

Jadi bagi yang ga tau dimanakah Rende itu, mari gw sedikit ceritain.
Rende adalah kota kecil yang ada di provinsi Calabria, Italy Selatan.
Kalau liat peta dibawah, kota tempat gw tinggal ada di deket-deket titik Calabria dan udah lumayan deket sama Sicily yang terkenal sama kota mafianya, yang berarti juga deket sama benua Afrika.

Rende ada di Calabria

Maka dari itulah summer kita bisa mencapai 40 derajat celcius lebih dan winternya ga lebih dari -10 derajat celcius.
Tapi alhamdulillahnya, salju selalu ada di Rende setiap tahun walaupun frekuensinya ga sesering Roma atau Milan, atau negara-negara Eropa lainnya.

Nah di tahun ini, saljunya lumayan deras dan akhirnya kita bisa main PERANG SALJU!!!

Jadi di hari Minggu pagi kemarin awalnya salju turun lumayan deras selama sejam tapi berhenti mendadak. Gw dan dua temen gw yang memang heboh banget sama salju langsung manyun dan berdoa lagi minta salju karena kita waktu itu belum sempet foto-foto, buat boneka  salju, apalagi perang salju heboh.
Dan alhamdulillah doa kami terkabul. Sekitar jam 1 siang salju turun lagi dan lebih deras. Sembari nunggu salju semakin tebal, gw berusaha baca-baca bahan tesis. Tapi ga konsen! Hahaha. Gw buka jendela gw lebar-lebar dan gw pun sibuk mengagumi cantiknya butiran putih yang turun dari langit. Dan biar lebih kayak di film-film yang biasanya banyak orang yang nikmatin salju dengan secangkir coklat panas, gw buka kulkas gw dan gw ambil es krim coklat. Keputusan yang kurang cerdas sih sebenernya karna setelah itu gw bersin-bersin.

Jam 3 sore gw dan Henny-pun pergi ke apartemennya Emon, anak Indonesia lainnya yang sama aja noraknya tiap ngeliat salju. Dan mulailah sesi foto-foto heboh sama salju. Dan tiba-tiba, “Buk!”, temen Sudan kita mulai ngelemparin kita pake salju. Wah yaudah, berarti perang salju dimulai!

Dan akhirnya kita bertiga terjebak di perang salju temen-temen berbahasa Arab yang tenaganya berlipet-lipet lebih kuat dari kita. Kita bertiga dipojokin, diserang, dilemparin, dan Henny ‘disuapin’ salju sama salah satu temen Sudan. Hahaha.

Tahun lalu, salju pertama musim winter juga turun di Rende di tanggal 10 Februari. Dan waktu itu, kami, anak-anak Indonesia khusyuk ngebuat Udin, manusia salju Indonesia. Setelah sejam lebih ngeruk-ngeruk salju, tiba-tiba terdengar suara huru-hara dan teriak dari lapangan bawah. Ada banyak orang-orang lari dan bola salju berterbangan. Ternyata geng Spanyol dan Tunisia ‘nyerang’ semua manusia salju buatan tim berbagai negara. Anak-anak Indonesia panik, “gimana ini caranya ngelindungin si Udin??”

Sambil ngebuat peralatan perang alias bola salju, kita was-was ngeliat tim China yang udah dikalahin sama tim Spanyol + Tunisia.

“Eh, anak-anak China kalah! Bentar lagi mereka nyerang kita ini!!!”

Dan bener aja, tiba-tiba para penyerang bar-bar itu muncul dan langsung nyerang kita membabi-buta. Alhasil ga sampe 5 menit si Udin hancur dan anak-anak Indonesia kabur entah kemana. Hahaha.

Begitulah cerita salju di Rende yang selalu ngebuat gw mendadak olah raga karna harus lari-lari buat ngindarin bola salju.

Semoga salju masih mau turun di Rende di bulan Februari ini karena kemungkinan besar(dan gw harap), bulan ini adalah bulan bersalju terakhir gw di Rende sebagai mahasiswi.

But I’m sure we will meet again, dear snow, someday in somewhere but not as a student :)

Ciye yang lagi ujian!

Rende, 5 Februari 2013. 21:34 CET

Bulan Januari – Maret selalu jadi bulan yang mengerikan bagi mahasiswa-mahasiswa diseluruh penjuru dunia: bulan ujian. Perpustakaan mendadak sangat penuh, topik obrolan selalu diawali dengan, “lo ujian ada berapa semester ini?” atau “kapan ujian?”, dan kalaupun kita lagi ngumpul biasanya kita bawa bahan-bahan ujian biar gak kerasa berdosa karna gak belajar.

Ujian di jurusan gw rata-rata pake sistem orale (ujian lisan) dan jarang banget ujian tertulis. Sekalinya ada ujian tertulis, pasti setelah itu ada ujian orale-nya, jadi ujiannya double. Dan gw sebenernya sangaaaaat gak suka sama ujian lisan. Karena gw adalah tipe mahasiswa yang setiap awal ujian pasti ngehang, selalu ada jeda 2-3 menit buat mencerna pertanyaan ujian.

Kalo ujiannya tertulis, biasanya di 5 menit awal gw cuman melototin soal, ngeliat semua soal sambil garuk-garuk kepala, main-mainin pulpen, monyong-monyongin bibir sampe si otak mulai panas. Nah begitu juga setiap ujian lisan. Walaupun ngehangnya gak sampe 5 menit (malu juga kalo diem-dieman sama dosen sampe 5 menit, udah kayak lagi musuhan haha), tapi biasanya selalu gini disetiap awal ujian lisan gw:

Dosen: Okay Isyana, please explain me about bla bla bla…
Gw: *nelen ludah*pasang senyum manis*excuse me, did you mean bla bla bla?
Dosen: yes.. the thing that I were bla bla bla
Gw: *mengangguk sok paham dan ngerti* ah okay.. *lalu hening panjang*
Dosen: Yes? *mulai melotot*
Gw: Okay, so bla bla bla *baru akhirnya bisa tune in sama pertanyaan ujian*

Dan juga ya, deg-degan sebelum ujian lisan itu emang lebay banget. Karena selain ngehangnya gw ditiap awal ujian, ujiannya itu dilakuin didepan temen-temen sekelas, bukan one on one sama si dosen. Pengumuman lulus gak lulusnya ujian kita beserta nilainya juga dikasih tau didepan temen-temen, makin ciutlah gw.

Tapi buat temen-temen Italy gw, metode ujian lisan adalah yang terbaik buat mereka, karena mereka suka banget ngomong. Entah apalah yang mereka obrolin ke dosen setiap ujian, karna tiap satu pertanyaan jawaban mereka bisa sampe 10 menit lebih.  Nah di ujian tertulis, temen-temen Italia gw juga gak kalah hebohnya. Kalo gw cuman ngabisin 3 halaman kertas folio, mereka bisa ngabisin 8 halaman folio. Curiga mereka iseng curhat di kertas itu. Hahaha

Tapi sebenernya dari banyak kenangan saat ujian, yang paling gw inget adalah ujian Geografi pas gw kelas 1 SMP.

Waktu itu hari Jumat dan untuk mempersiapkan diri ngadepin ujian Geografi, gw mati-matian ngapalin letak geografi Indonesia, musimnya, dan lain-lainnya. Gw ngerasa siap. Akhirnya tibalah saat ujian esay 5 soal itu dan gw mendadak gak ngerti apa-apa. JRENG!
Setelah ujian, kertas ujian dikumpulkan dan disebar lagi ke temen-temen sekelas untuk diperiksa. Lalu guru Geografi gw mulai manggilin nama anak-anak satupersatu untuk mendata nilai kami.

Guru: Rani.
Temen yang mengecek ujian Rani: 90, Bu!
Guru: Tofik.
Temen yang mengecek ujian Tofik: 85, Bu!
Guru: Isyana.
*kelas sunyi senyap*
Guru: Isyana?
Gw: *celingukan deg-degan*
Guru: Masa’ gak ada yang meriksa ujiannya Isyana?
Temen: *nunjuk tangan takut-takut* saya, Bu..
Guru: Berapa nilainya?
Temen: *suaranya kecil takut-takut* nol, Bu..
Guru: Berapa?
Temen: NOL, Bu!

Sejak saat itu sampai SMA nilai Geografi gw selalu menantang bahaya. Dan gwpun sekarang gak ngerasa aneh kalo sering nyasar pas jalan kemana-kemana. Membaca petapun aku tak mampu, Kakaaaa….

Baiklah, wish me luck, Guys, I still have 3 exams to be passed this month :)

Dear you, take me home please.

Rende, Feb 3rd, 2013. 20.17 CET.

Home is more than just a building made of walls and beams.

Home is wherever the people I love are.

Home is where the happy memories grow.

Home is where I can find my true self.

Home is where I can share my happiness and sadness with.

Home is where I can find the warmth within.

Home is where I can see your smile and laugh.

Home is you.

And I miss you.

How I wish I could fly to you right now and hug you tightly.

How I wish… when I opened my room’s door I could see you standing there smiling at me.

So, I’m sending my longing and prayers to two countries right now….

……….and I hope this stupid homesickness will be gone soon.

Status FB yang Hebat!

Malem ini gw iseng banget nge-track down status FB jaman dulu lewat situs: http://archivedbook.com , dan ternyata gw menemukan banyak status ‘menarik’ disana. Dimana di awal-awal tahun 2008 gw selalu ngeluh di FB entah mengapa, dan mulai di tahun 2009 karena pada saat itu gw lagi disibukkan sama skripsi, gw mulai menuliskan banyak status positif dan mimpi-mimpi gw disana.

Gw pernah nulis di salah satu postingan gw tentang bagaimana seringnya gw ‘sesumbar’ nulis atau ngomongin apapun yang gw pingin dimanapun dan kesiapapun. Dan ternyata, alhamdulillah selama lebih 24 tahun ini gw hidup, banyak ke-sesumbar-an gw yang diijabah Allah.

Jadi yang belum tahu kisah (bukan kasih) gw, gw punya mimpi untuk sekolah di Eropa sejak kecil, sejak TK malah. Tau apa sih gw dulu tentang Eropa? Bahkan bentuk benuanya di peta pun gw ga tau. Tapi entah kenapa, gw selalu teriak-teriak, “Nyanya mau ke Eropa pokoknya nanti pas udah gede! Nyanya mau sekolah disana! Mau main salju!”
Dan Mama selalu membalas dengan senyum, “iya Nak, amin ya.. Nyanya belajar yang bener makanya..”

Gw selalu yakin suatu saat nanti akan bisa menginjakkan kaki di benua yang bersalju itu. Jadilah sejak saat itu gw selalu sesumbar tentang mimpi gw ke Eropa. Salah satunya melalui status-status gw di FB ini:

dream 1

dream 2

dream 3

dream 4

Dan apa yang terjadi kemudian?

dream 5

Semua mimpi, usaha, dan doa gw diterima dengan baik dan dikabulkan oleh Allah. Dan sejak tanggal 21 September 2011 gw menerima tanggung jawab baru sebagai mahasiswi disini yang ngebuat gw harus mengejar mimpi gw yang lain yang ga kalah besarnya.

Apa gw masih sesumbar sekarang?

Selalu! :)

The point is, be careful with your WISHES and your WORDS. Terus berbicara hal yang positif karena siapa tahu saat itu adalah saatnya Allah ingin mengabulkan mimpi-mimpimu.

Mama: Nya, calonnya udah ada?

Jadi ceritanya gw baru aja selese skypean sama keluarga gw. Rasanya legaaaa, kayak abis sidang. Hahaha. Seneng pastinya karena bisa ngobrol lagi sama mereka kan. Cape pastinya karena harus teriak-teriak, “Haloooh!! Haloooo! Maaa, denger ga suara Nyanya? Maaaa????”

Skype: *we’re trying to call again*

Oh internet Indonesia, mengapa kualitasnya ga meningkat-meningkat? Kasihanilah fakir LDR seperti saya ini. LDR sama keluarga maksudnya bukan pacar.

Jadilah hari ini percakapan di skype dibuka dengan curhatan Ayah tentang banjir di Bekasi yang 2 minggu lalu sempet masuk ke rumah yang ngebuat buku-buku di kamar Adek rusak tapi alhamdulillah novel-novel gw dikamar selamat. Mama akhirnya muncul dan langsung komen tentang kantong mata gw, “Nyanya pake celak ya dibawah mata? Kok item amat?”

Gw: Semalem ga bisa bobo, Mam. Panas soalnya..

Mama: Itu jerawatnya masih ada beberapa biji. Coba dibenerin lagi mukanya..

Gw: Okeh..

Mama: Nya..

Gw: Wan? (iya, dalam bahasa Aceh)

Mama: Sekarang temen cowo yang lagi deket sama Nyanya siapa? Ada ga?

Gw: Ada dong..

Mama: Siapa?

Gw: si A, B, C, D (nama disensor demi kebaikan mereka)

Mama: Hahaha. Bukan temen deket kayak gitu.. temen spesial maksudnya..

Jadi hari ini udah kedua kalinya gw ditanya tentang ‘temen spesial’. Sebelumnya sama temen gw dan akhirnya ngebuat gw jadi curhat dan rada galau. Hah.

Oke kembali ke pertanyaan Mama.

Gw: Ga ada dong, Ma.. *bangga*

Mama: Kok ga ada terus? Satupun ga ada?

Gw: Ga ada.. Nyanya mau konsen tesis dulu aja..

Mama: Nyanya kan katanya mau nikah tahun 2014, harus dari sekarang dong cari calonnya..

Gw: Iya, nanti aja Mami, abis tesis. Pusing ini kalo tesis sambil cari jodoh. Jodoh kan ga kemana.

Mama: Yeeee, ya harus dicarilah, emangnya jodoh bisa jatoh dari langit??

Gw: Nanti aja Mamiiii…

Adek: Jadi kakak blom punya pacar?

Gw: Belom! *sewot*

Adek: Ih, asal di telpon belom punya-punya pacar

Gw; *rasanya pingin nimpuk adek gw pake benda-benda berat*

Mama: Cari pacar ya Nya..

Gw: Nggak mau. Ntar Nyanya punya pacar malah disuruh putus.

Mama: Kapan Mama nyuruh gitu?

Gw: Pas kemaren Nyanya punya pacar ditanya mulu kapan putusnya

Mama: Mama ga nyuruh putus, tapi dipikirkan kembali. Dia bukan orang Indonesia soalnya dan ga ada rencana tinggal di Indonesia

Gw: Sama aja.. dulu asal skype ditanyanya, ‘Nyanya masih sama cowo Tunisia itu?’

Mama: Hahaha. Kali ini Mama ga nyuruh putus deh.. Asal sama orang Indonesia ya..

Ayah: Nya, kalo ga punya-punya pacar, Ayah cariin nih. Mau ga?

Nyanya: Ga, Yah, makasih. Nyanya nyari sendiri aja..

Ayah: Ntar Ayah cariin yang rajin solat, pinter, mapan, ganteng..

Mama: Nyanya pilih- pilih sih sama cowo..

Gw: ………………….

Ayah: Ga boleh terlalu pilih-pilih Nya, kalo udah oke secara agama, rejeki, fisik ya boleh dong dikenalin.

Gw: *dalem hati* itu sih udah paket sempurna, Nyanya juga mau.

Mama: Pokoknya jangan lupa ya cari jodohnya

Gw: Oke Mami. Mam, kayaknya internetnya lagi ga bagus. Kita telponan nanti aja lagi ya..

Mama: Iya nih mati-mati terus.. yaudah Mama bobo ya..

Gw: Oke, dadah.. love youuuu

Ayah: Jangan lupa cari calon suamiiiiii

Gw: iyaaaaaaa

Gwpun langsung mattin skype dan LEGAAAAA!

Dulu, 10 tahun yang lalu, ga pernah kepikiran sama gw kalo pertanyaan jodoh bisa jadi semenyeramkan ini. Tapi semakin mendekati umur seperempat abad, ga cuman keluarga gw yang hobi nanya jodoh, tapi juga temen-temen gw. Ihik.

“Dear Bang Jodoh, dimanapun kamu berada, coba ya segera kemari dan temukan aku, pusing ini ditanyain terus sama Mama-Ayah karena kamunya belum ketemu sampe sekarang. Aku bisa dicari di Italia atau sekitaran Eropa. Kalau taun depan bisa dicari di Indonesia atau sekitaran Asia, tapi mungkin juga aku lagi ditugasin ke Eropa atau Amerika. Sekian terima kasih dan sampai jumpa secepatnya.”
-Nyanya-

Rende - Pondok Gede

Si Mimpi Aneh

Kalau kata orang-orang, mimpi adalah bunga tidur. Tapi bagi gw, mimpi adalah hiburan ketika tidur karena sering banget gw mimpiin hal yang aneh dan super random yang ketika gw bangun gw ngomong ke diri sendiri, “kok bisa-bisanya gw mimpi kayak gitu.”

Tapi, kadang juga mimpi gw jadi kenyataan. Rada serem sih, karena ga semua mimpi yang jadi kenyataan itu mimpi yang bagus. Kayak waktu itu gw pernah mimpi senior gw di jaman SMP kecelakaan. Oke dia gebetan gw sih, mungkin karena itu dia masuk kedalam mimpi gw. Nah, selama beberapa hari dia ga masuk sekolah. Gw akhirnya penasaran dia kemana. Akhirnya sebagai penggebet yang kepo dan perhatian, gw cari tau ke temen-temennya. Ternyata dia kecelakaan mobil.

Sejak saat itu, karena sebelumnya gw juga pernah mimpi ga bagus dan jadi nyata, gw mengikrarkan diri jadi pembaca mimpi. Hahaha. Ga lah. Akhirnya gw lebih banyak berdoa setelah dapet mimpi kurang bagus.

Nah kalau mimpi bagus, alhamdulillah lebih sering yang jadi kenyataan.

Salah satu contohnya ketika gw lagi was-wasnya nunggu pengumuman SPMB di tahun 2005, gw mimpi ketemu temen gw. Disitu dia bilang, “alhamdulillah gw diterima di pilihan pertama gw, ITB!”
Gw: “Wah, alhamdulillah ya.. Gw diterima dipilihan ke-3.”
Ternyata seminggu kemudian ketika pengumuman SPMB keluar, gw iya diterima di Fikom UNPAD yang merupakan pilihan ke-3 gw dan dia diterima dipilihan pertamanya.

Kalau akhir-akhir ini mimpi gw makin random. Tapi emang biasanya ga jelas sih.
Kayak semalem gw mimpi gw ada di rumah gw di Indonesia. Tapi disitu gw jadi asisten rumah tangga bareng 2 perempuan lain. Dan bosnya siapa cobaaaa… Ahmad Dhani!
!!!
Jreng!
Nah, kita hidup bahagia berempat dimana si Ahmad Dhani menjadi bos yang ga suka nyuruh-nyuruh dan kami sebagai asisten rumah tangganya dibebasin untuk main internet kapanpun.

Suatu hari, si Bos manggil kita bertiga dan bertitah,
“saya butuh menikahi salah satu diantara kalian untuk melengkapi ilmu saya.”
Paniklah kita. Males juga kan jadi istri kesekian. Si Bos akhirnya mengundi siapa yang akan jadi istrinya dan ternyata gw yang kepilih. (Ihik!).

Temen-temen sesama asisten rumah tangga gw ternyata baik-baik. Demi menggagalkan pernikahan tanpa cinta tersebut (ceilaaah!), mereka nyewa kuda biar gw dan mereka bisa kabur dari rumah bos. Tapi ternyata di hari H, semua rencana gagal karena kuda-kuda yang biaya sewanya sangat mahal tersebut kabur dari pekarangan rumah. Akhirnya gw dan salah satu temen gw itu kabur jalan kaki ke Malta. Ke Malta dong jalan kaki dari Bekasi!

Di Malta gw membatin, “oh, ternyata Malta kecil ya, hujan terus pula.. Mending balik ke Indonesia deh.”
Kebetulan kita ketemu sama rombongan wisata dari Indonesia yang isinya kebanyakan Ibu-ibu dan Bapak-bapak Batak. “Kalian mau kemana?”
Gw: “Mau pulang ke Indonesia, Pak.”
Bapak: “Yaudah bareng kami aja!”
Si Bapak pun nunjukin kita metromini, “kami naik metromini sampe Jogja.”
Gw: “Kita ikut ya Pak.”
Bapak: “Tapi kalian punya duit ga? Metromini ini direct Malta – Jogja. Harga tiketnya 1 miliar!”
Gw: “Ada kok uangnya.”

Akhirnya gw pun pulang ke Jogja naik Metromini dari Malta dengan rombongan karyawisata Indonesia tersebut dan hidup bahagia selamanya.

Absurd ya? Iya emang. Hahaha.

Yasudahlah, selamat hari Minggu, temen-temen!

Aku dan Kamu

“Good friends are gifts while best friends are our un-blood siblings.”

Kadang gw sering ditanya, “Lo gimana pas ketemu gw?”
Sekarang sebelum (dan sesudah sering banget) ditanya kayak gitu, gw mau cerita beberapa ‘pertama kali’ gw dengan beberapa orang.
Ini cuma cerita tentang ‘aku dan kamu’ dengan beberapa orang dari banyak orang yang selalu buat gw pingin nyanyi,
“Keep smiling, keep shining. Knowing you can always count on me, for sure. That’s what friends are foooooor!”

Kamu 1
Gw ketemu lo bertaun-taun yang lalu. Sampai ketika gw memutar balik si memori itu, gambarnya hitam-putih saking jadulnya. Gw waktu itu cuman anak SD dengan rambut ngebob yang sangat bangga dengan poni belah tengah gw.
Prinsip gw jaman dulu, “semakin berjambul si poni belah tengah, semakin gw terlihat keren.”
Wallahualam orang-orang ngeliat gw keren atau ga.
Di kelas 6 gw pertama kali ngeliat lo, manusia berkepang 2, berkacamata bundar, yang selalu terlihat bahagia.
Dan suatu hari di hari Sabtu di pelajaran kesenian, lo dateng ke meja gw dan kita ngobrol banyak hal. Sejak hari itu, ngobrol di pelajaran kesenian jadi ritual kita.
Lo adalah salah satu perempuan terkuat, tersabar, dan terkeras kepala yang pernah gw kenal dan salah satu sahabat yang selalu Mama bilang, “temen Nyanya yang itu manis ya, sopan banget.”
Hey, lo selalu berhasil membantu orang lain untuk ‘berdiri’, sekarang saatnya lo ngebantu diri lo untuk berdiri bahkan berlari.

Kamu 2
Di akhir tahun 2006, ketika orang-orang ikutan les menjahit atau les bahasa, gw memutuskan untuk les jadi penyiar radio. Dan disanalah gw ngeliat lo, duduk diantara temen-temen kita lainnya yang gw anggap gaul. Entah kenapa gw selalu mengelompokkan orang-orang dalam kelompok gaul dan biasa aja. Hahaha.
Beberapa bulan kemudian, seperti yang udah gw tebak, kita jadi temen yang biasa aja. Gak akrab, walaupun seradio dan sejurusan di kampus, tapi juga gak jauh. Dan di suatu siang yang terik di Jatinangor, lo tiba-tiba bilang,
“Nya, gw ikutan tes bahasa Inggris ya bareng lo.”
Jadi waktu itu gw dan satu sahabat gw akan berangkat ke Bandung untuk tes masuk les bahasa Inggris.
Yang belum tau Jatinangor, Jatinangor itu di Sumedang, alias 2 jam dari Bandung.
Dan gw ngerasa keren karena les bahasa Inggris aja harus keluar kota.
Dan di bus menuju Bandung itu lah pertama kali kita berdua bener-bener ngobrol.
Beberapa bulan kemudian,
“Nya, kenapa kita baru sahabatan sekarang ya? Kenapa gak dari dulu?”
I can say she’s my person. And she will always be my person.

Kamu 3
Dulu gw sering banget kesel sama lo. Lo itu gak pernah dengerin orang yang lagi ngomong, cuek, gak pedulian. Dan entah kenapa kita masih aja sekelompok disetiap tugas kelompok. Mungkin karna dimata lo gw adalah mahasiswa yang cerdas, ya gak? hahaha.
Dan suatu hari lo tiba-tiba nyamperin gw dengan muka serius, “Nya, cariin gw cewek.”
Gw pun cuma mengerjap bingung.
“Gimana?”
“Okeh, tapi lo jangan terlalu cuek dan ngeselin.”
“Deal!”
Dan gwpun iseng ngejodohin dia dengan perempuan radio yang waktu itu cuman temen baik gw, yang tanpa gw sangka malah ngebuat kita bertiga semakin deket.
Lo sekarang adalah ‘buddy’ gw yang kadang selalu neror gw dengan pertanyaan, “jadi lo sebenernya lagi gimana nih, Nya? Sama gw doang, santai lah, gak perlu ditutup-tutupin kalo cerita.”
Yeah, glad I found you, boy!

Kamu 4
Waktu itu kita duduk di ruangan meeting di hari-hari pertama diterima sebagai MT (Management Trainee) di salah satu perusahaan biskuit di Bekasi. Temen-temen yang lain sibuk becanda dan gw sibuk memperhatikan orang lain seperti biasa. Lo waktu itu sibuk sama hape erick*on lo sambil sesekali nanggepin becandaan temen-temen dengan seadanya.
Dan gw mikir, “yah, jutek amat ni orang.”
Gwpun akhirnya pergi ke toilet sendirian dan ketika lagi cuci tangan, lo tiba-tiba muncul dari salah satu bilik. Gwpun sebagai temen yang baik hati dan gak sombong memulai pembicaraan dengan topik yang umum, “lulus darimana? Dulu kerja dimana?”
Yang ternyata lo tanggepin dengan baik.
Empat bulan kemudian, kita udah jadi pee-buddy alias temen ke toilet bareng. Kapanpun kita ngerasa pingin ke toilet atau sekedar pingin refreshing, kita janjian ketemu di toilet buat ngobrol.
Oiya, klo lo udah ngerasa bener-bener cape sekarang ini, ayo dong buat perubahan. Lakukan sesuatu biar hidup lo berwarna lagi.

Kamu 5
Waktu itu udah tengah malem di bandara Qatar. Gw duduk 2 bangku disamping lo dan kita mulai kenalan.
“Gw mau stay di Roma dulu beberapa hari.. mau jalan-jalan bla bla bla..” dan gw langsung ngerasa lo adalah anak yang enak buat diajak ngobrol.
Beberapa bulan berjalan di Rende dan entah kenapa kita jadi sering cerita dan nonton film bareng. Lo adalah tipe orang yang cuek tapi perhatian.  Lo bukan orang yang selalu nanya kabar gw. Rada buat gw surprise karna lo ternyata inget dan tau detail hidup gw. Lo gak pernah mau terlalu ikut campur sama drama hidup gw yang kadang mirip sama episode FTV, tapi disaat genting lo pasti akan datang tiba-tiba dan berpetuah macem-macem, kemudian bilang,
“gw gak pernah mau lo sedih Nyil, inget ya..”

Kamu 6
Mbak-mbak ini adalah salah satu jenis Mbak yang ngebuat gw ciut pas pertama kali kita kenal. Mukanya percampuran Indonesia, Arab, Latin, alias gak jelas. Dia jutek, kalo ngomong singkat, dan dia adalah senior gw di kampus ini. Pertama kali kita kenal, gw ngerasa kita gak akan bisa deket. Diawal-awal gw kenal lo, gw selalu jaim dan hati-hati kalau ngomong. Terus terang aja gw takut lo mendadak nyakar gw. Hahaha.
Tapi beberapa bulan berlalu (tsaaah!) dan entah kenapa kita mendadak deket. Bahkan lo sekarang jadi my pray-buddy, sahabat yang selalu mengingatkan gw untuk rajin berdoa.
Untuk kamu yang sekarang sedang banyak diajak ‘bercanda’ sama Allah, kamu pasti bisa ya ngelewatin semua ini. Bismillah.

Kamu 7
“Maaf ya, gw itu terkenal! Hahaha!’
“Halah! Seterkenal-kenalnya lo tetep aja lo yang ngeadd gw di FB.”
“Gak sengaja itu.”
“Mana ada gak sengaja nge-add tapi abis itu nge-wall?”
Gw dan lo kenal di FB dan gw pikir itu adalah hal yang cheesy dan anak muda jaman sekarang banget. Pertama kali kita ngobrol panjang lebar, dimana gw dan lo sama-sama sok asik waktu itu, gw ngerasa lo adalah orang yang enak diajak ngobrol dan sama randomnya kayak gw. Dan bener. Kita bisa ngobrol sejam atau dua jam dengan lebih dari 10 topik dan semuanya gak nyambung, loncat dari sana kesini. Cuma perlu waktu singkat untuk ngerasa nyambung sama lo dan kayaknya juga begitu buat lo, gak perlu waktu lama untuk gak sok asik lagi dan mulai jadi diri sendiri, dimana akhirnya kadang kita sering debat gak penting dan kata-kataan nyeleneh.
Baiklah, selamat menjalani petualangan baru dan hope we can meet someday in somewhere again.

Mereka ini adalah beberapa orang dari banyak lagi orang yang ngebuat gw sering mengucapkan, “ya Allah alhamdulillah telah mempertemukan aku dengan mereka.”

Night!

 

 

Today Random Sentences

So today I spoke, wrote, heard, and read many random sentences like usual and I would like to write some of them here:

– Love the one whom you adore, not the one who adores you. (Eunika, Indonesian student here)

– I beg to differ, people who adores us keeps us excited unconditionally.. therefore adore the person who loves u. (Rifky, Indonesian student here)

– For me, love the person who can make you feel comfortable for being yourself. (Me, the most awesome one)

– I love the one who can make me feel ‘enough’, not more and not less. Just enough. (Me, the most awesome one)

– When I get sad, I stop being sad and be awesome instead. True story. (Barney Stinson, yeah you can see him on HIMYM)

– We don’t have a class tomorrow. (My English professor)

– Okay, just come here. I’ll cook you something, but you should be here! (Eka, Indonesian student here)

– Astutiiiii!!!!! (Agung Hercules, a singer with really big muscles)

– Oh gosh, you Indonesians are awkward for loving those horror movies! (Ganaa, Mongolian student here)

– Let’s visit 7 wonders before the dooms day next December. (Rifky, Indonesian student here)

– So you guys eat pasta just for munching?? (Ganaa, Mongolian student here)

– When “I’m disappointed” is more dangerous than “I’m angry”. (Me, the most awesome one)

– In life, you’re not looking for someone who just accepts your quirks. That’s wrong. You’re looking for someone who loves them, cherishes them, and loves you more as a person because of them. (HIMYM, one of my favorites tv serial)

– I think, for the most part, if you’re really honest with yourself about what you want out of life, life gives it to you. (HIMYM, one of my favorites tv serial)

– I don’t have the early class tomorrow! (Me. Again)